Kamis, 19 April 2018

Nama : Kiki Windari
Kelas :X-Ap1
SMKN 9 Jakarta

Kegiatan Literasi Di SMKN 9 Jakarta



Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa, atas Taufik dan Hidayahnya, saya bisa menyusun laporan kegiatan literasi di sekolah. Sebagai tanda bukti suatu tugas mata pelajaran. Laporan ini di susun jauh dari kesempurnaan. Saya mohon maaf jika ada kesalahan dalam penyusunan laporan ini. Untuk itu saya mohon kritik dan saran demi kesempurnaan laporan ini. Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.


Jakarta 19 April 2018
Kiki Windari

Latar Belakang
Dengan berkembangnya jaman, tradisi membaca semakin berkurang dan dengan menuju ke-era modern buku semakin berkurang minat baca buku, oleh karena itu pemerintah memberikan perintah kepada para siswa untuk melakukan kegiatan literasi di sekolah setiap pagi sebelum memulai pelajaran pertama berlangsung. Selain itu juga untuk menumbuhkan minat dan daya baca bagi para siswa anak muda generasi mendatang.

1. Nama Kegiatan : Literasi Membaca Di SMKN 9 jakarta (membaca buku fiksi, non fiksi, ilmu pengetahuan di luar mata pelajaran sekolah yang tidak berunsur sara)

2. Tempat dan Waktu : Di lapangan dan ruang kelas SMKN 9 jakarta yang berada di jalan Gedong Panjang II/17 Tambora Jakarta Barat ; Setiap hari rabu pagi sebelum pelajaran pertama di mulai

3. Tujuan Kegiatan : Untuk menumbuhkan minat dan daya baca para siswa di SMKN 9 Jakarta dan lebih menambah ilmu pengetahuan di luar pengetahuan di sekolah serta agar dapat membuat resensi dari buku yang di bacanya, menambah ketertiban, tanggung jawab, dan di siplin waktu

4. Pelaksanaan Kegiatan : Seluruh siswa dan siswi di SMKN 9 Jakarta


Pelaksanaan Kegiatan
 Setiap pagi hari rabu kami seluruh siswa dan siswi selalu mrngadakan kegiatan literasi membaca baik di lapangan maupun di kelas saat hujan tiba, Kami di instruksikan untuk turun ke lapangan pada pukul 06.15 Wib, Setelah semua berkumpul dan berbaris kami berdoa terlebih dahulu dan duduk mulai membaca buku yang di bawa dari rumah Masing-masing. Sekitar 30 menit kami membaca buku yang di bawa, salah satu dari siswa dan siswi di harapkan maju ke depan dan menceritakan kembali apa yang mereka baca di hadapan sisiwa dan siswi yang lain. Setelah itu lagu Indonesia Raya berkumandang diharapkan bagi semua agar bangun dan bernyayi dengan sungguh-sunguh dengan penghayatan dan tidak ada yang bercanda. Setelah menyanyikan 3 stanza Indonesia Raya kami duduk kembali dan berdoa lagi agar apa yang kami baca dapat bermanfaat bagi kami. Dan kembali ke kelas masing-masing untu memulai pelajaran yang pertama.


Bukti pelaksanaan 



Contoh Hasil Resensi Novel dari literasi

FORMAT RESENSI NOVEL

1. IDENTITAS BUKU :
Judul Buku.                                 :  "Hello Good Bye"
Nama Pengarang.                      :   Ayuwidya
Penerbit dan Edisi Cetakan.     :   Qanita dan cetakan I
Tahun Terbit.                              :   2012
Tebal Buku(Jumlah Halaman) :   20,5 cm ; 160 halaman
Harga Buku.                                :    Rp 15.000

2. SINOPSIS :
        Dengan menjadi diplomat, Indah berharap bisa bekerja di sebuah kota besar di luar negeri. Tapi ternyata, ditempatkan di Korea, bukannya bekerja di KBRI Seoul, ia malah terjebak di Kantor Urusan Konsuler RI di Busan, kota kedua terbesar di Korea Selatan. Tingkat kesibukan yang rendah membuat ia lebih sering bertugas mengantar ibu-ibu pejabat Indonesia yang datang ke Busan untuk berbelanja. Akibatnya, sudah hampir setahun Indah terperangkap kebosanan yang membuatnya mengalihkan perhatian ke dunia boneka ciptaannya. Hidup Indah seolah-olah akan tetap berkisar pada warna abu-abu dan hitam -seperti busana sehari-hari yang dikenakannya- hingga ia bertemu seorang laki-laki Indonesia, yang sama sepertinya, terperangkap kebosanan di Busan.Abi (Abimanyu) adalah pelaut yang terkena serangan jantung saat kapal tempat ia bekerja melintas di Pelabuhan Busan. Ia diturunkan di Busan untuk mendapatkan perawatan, dan sebagai WNI, ia menjadi tanggung jawab Konjen Busan. Indah ditugaskan untuk mengurus laki-laki itu.

        Abi yang telah meninggalkan rumah dan menjadi ABK selama sebelas tahun bukanlah pasien yang mudah diurus. Indah sebal dengan sikapnya yang kasar dan pemarah. Tapi karena harus mengorek infomasi mengenai latar belakang dan keluarganya, Indah terpaksa berusaha mendekati Abi.  Seiring dengan pendekatan yang dilakukannya, Indah mulai merasakan perubahan yang berarti dalam hidupnya. Mendadak hidupnya tidak sekadar hitam atau abu-abu. Perubahan ini mendapatkan tantangan besar ketika waktu kian bergulir dan Abi harus meninggalkan Busan untuk kembali ke Indonesia."Dari awal, kita memang cuma punya satu pilihan setelah semua ini selesai. Berpisah," kata Abi. "Jangan pernah marah karena perpisahan. Memaki perpisahan sama saja mengutuk pertemuan," kata Indah.
     
       Hidup adalah rangkaian persimpangan, tempat manusia bertemu dan berpisah. Apakah perjumpaan di Busan hanya akan menjadi satu-satunya persimpangan dalam hidup mereka? Atau akan ada lagi persimpangan berikutnya? Jawabannya ada di bagian epilog novel romantis bertajuk Hello Goodbye. Sebuah persimpangan, sebuah momen pertemuan dua anak manusia, sejatinya harus mendatangkan perubahan yang signifikan dalam hidup mereka.

        Setelah meninggalkan keluarga dan bekerja sebagai pelaut, tempat di mana ia dibesarkan bukan lagi rumah bagi Abi. Kapal, di mana ia bekerja, itulah rumah baginya. Pertemuannya dengan Indah membawanya kembali ke rumah yang sejati, tempat ia memulai hidup dan dirindukan oleh keluarga. Sebaliknya, pertemuannya dengan Abi membuat Indah memahami hidup yang sedang dijalaninya, mengetahui titik awal hidupnya yang sebenarnya dimulai. "Kini aku yakin di mana titik awal itu. Di sini. Di tempat pertama kali aku melihat dia. Mungkin sekaligus tempat terakhir kali aku bisa melihatnya. Jadi, bagaimana aku harus menyapanya saat aku berdiri di titik akhir sekaligus titik awal ini? Hello? Goodbye? Karena dia, dua kata yang tak pernah bersanding dalam dimensi waktu yang sama menyatu. Hello Goodbye..." (hlm. 8).

3. KEUNGGULAN BUKU :     
Kelebihan dalam novel ini covernya menarik khas Korea, pemakaian kata yang menarik membuat pembaca terbawa suasana, dari segi karakteristik tokoh-tokoh didalamnya yang membuat si pembaca dapat langsung memahami karakter tokoh tersebut, ceritanya dapat membuat pembaca menjadi terhanyut akan kesedihan karena pada setiap kalimatnya mudah dimengerti sehingga para pembaca dapat menangkap maksud dari isi novel ini dan juga terdapat foto-foto yang membuat pembaca tergambar akan suasana yang berlangsung.

4. KEKURANGAN BUKU :
Kekurangan dalam novel ini ceritanya sedikit membosankan dan klise membuat pembaca mudah bosen saat membacanya, endingnya kurang menarik, dan bukunya terlalu tipis pembaca merasa kurang untuk cerita selanjutnya.

5. PENILAIAN PENULIS TERHADAP NOVEL YANG DI TULIS :
Penulis sangat ber terimakasih kepada keluarga, dan rekan-rekan yang membantunya dalam penulisan novel, serta bagi para pembaca yang mendukung.
"sebuah senyuman saat ku dengar Hello dan setiap tetes air mata saat terucap Goodbye. Kamu tahu ini untukmu. Dan selalu... Pasti ada tempat terindah untuk rasa syukurku kepada Tuhan Yang Maha Esa. (Ayuwidya mei 2012)


Jakarta 22 februari 2018

Hasil Kegiatan
Dengan setiap hari kita membaca kita di harapkan bertambah minat dan daya baca buku serta dapat meresensi buku yang di baca setiap hari rabunya yang akan di kumpulkan pada akhir semester.


Kesimpulan
Kami para pelajar dan pemuda indonesia di harapkan dapat meninkatkan minat dan daya baca bagi generasi penerusnya, dan menjadikan siswa dan siswi SMKN 9 menjadi lebih tertib dan di siplin waktu serta tanggung jawab untu membawa buku dan membuatliterasinya pada akhir semester.



Kamis, 12 April 2018


Kiki Windari
X-Ap1
Dibimbing oleh Bpk Kusnari

Laporan Kunjungan Ke Stasiun Gambir



Kata Pengantar

Seiring dengan kemajuan jaman dan teknologi ilmu pengetahuan, pada umumnya masyarakat sangat memerlukan aplikasi online untuk mempermudah dalam segala hal dan banyak aplikasi-aplikasi yang menyediakan untuk memudahkan masyarakat terutma untuk perjalanan yang mudah, cepat, dan efisien. Masyarakat masih banyak kurang pengetahuan tentang hal itu. Oleh karena itu maka alangkah baiknya kami siswa dan siswi di ajak untuk lebih mempelajari lebih baik lagi dalam penggunaan aplikasi dan kendaraan perjalanan.

Puji syukur kami panjatkan kehadirat tuhan yang maha Esa atas Taufik dan Hidayahnya saya bisa membuat “ Laporan Kunjungan Ke Stasiun Gambir “ sebagai tanda bukti bahwa saya telah mengikuti dan mengunjungi ke stasiun gambir. Laporan ini saya buat dengan sebaik-baiknya berdasarkan pengalamann saya.

Dan juga saya ucapkan banyak-banyak terima kasih atas kesempatan, pengarahan dan bimbingannnya kepada semua pihak yang membuat kunjungan atau pembelajaran berjalan dengan baik dan lancar.

Laporan yang saya tulis ini jauh dari kesempurnaan. Saya mohon maaf jika ada kesalahan dalam penyusunan laporan ini. Untuk itu saya mohon keritik dan saran demi kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan tulis sederhana inin dapt bermanfaat bagi para pembacanya.


Jakarta 6 april 2018


  Kiki Windari




Dasar Perintah

Kami berkunjung ke stasiun gambir karena akan mengikuti pembelajaran memnggunakan mesin check-in counter dalam rangka pembelajaran otomatisasi dan tata kelola perkantoran. Kami di perintahkan oleh pak kusnari sebagai guru pelajaran yang bersangkutan memelui:

Nama kegiatan.    : kunjungan ke stasiun gambir ; objek menggunakan mesin CIC

Tempat dan waktu.      : stasiun gambir yang berada di dekat monas dan balai kota yaitu di. Jakarta pusat apda selasa 27 maret 2018.

Tujuan kegiatan.         : untuk melaksanakan tugas dan mengetahui penggunaan mesin check-in counter

Pelaksanan kegiatan.    : seluruh siswa-siswi kelas X perkantoran AP1 dan AP2, dan guru-guru pembimbing ( pak Kusnari, pak Dwi Agus Haryanto dan ibu Osda Ida Perida)



Pelaksanaan Kegiatan


Perjalanan

Sebelum megikuti pembelajaran atau kunjungan terlebih dahulu kami di informasikan untuk menggunakan seragam batik lengkap, dengan top, perbekalan dan alat tulis. Yang sebelumnya berkumpul terlebih dahulu di sekolah untuk mempersiapkan, himbawauan, sambutan dan doa bersama sebelum memulai perjalana acara tepatnya pukul 06: 30, 27 maret 2018 di smkn 9 jakarta.

Setelah kawan berkumpul semua, serta doa, sambutan dan pemberitahuan aturan-aturan tentang sikap dan perilaku dalam kegiatan. Kamipun langsung menuju stasiun karena kita janji akan sampai disana pukul 08:00

Kami pergi ke tempat tujuan mengggunakn angkutan umum busway Taransjakatya. Kami seluruh siswa dan guru-guru pembimbing langsung menuju halte Gedong Panjang dan menungggu bus datang yang jurusannnya ke Balai Kota bersama para penumpang lainnnya. Kamipun para siswa diingatkan kembaki tentang menjaga sopan santun, tata karma, sikap dan perilku

Setelah lama menunggu akhirnya bus datang kami pun di instrusikan untuk masuk kedalam bus dan menjaga sikap tepatnya pukul 07:30 kami masih berada di bus dalam perjalanan. Pak Kusnari pun memberitahu kepada orang atau pihak yang bersangkutan bahwa kami akan mengalami keteralambatan dikarenakan menunggu kawan dan bus yang lama datang karena adanya kegiatan demo yang menghambat perjalanan kita menuju tempat tujuan.

Sekiranya pukul 08:00 kami sudah sampai di Balai Kota kamipun di instrusikan untuk berjalan kaki bersama menunju Stasiun Gambir yang tidak lumayan jauh.



Kegiatan di  Stasiun

Setelah lama di perjalanan akhirnya kami pun sampai di tempat tujuan, setelah sampai kami pun beristirahat sejenak untuk makan dan menghilangkan keringat, setelah semua telah beristirahat kami pun langsung menemui petugas yang akan membimbing kami dalam mengikuti pembelajaran

Kami pun berbaris sesuai kelompok dan kelas kami dibedakan menjadi dua kelompok. Para petugas memberikan sambutan dan pengarahan kelompok 1 adalah kelas 10 AP1 yang dibimbing oleh pak Kusnari dan kak Zaidan sedangkan kelompok 2 adalah kelas 10 AP2 dibimbing pak Dwi dan ibu Osda serta kak Diah

Kami langsung mengikuti pembimbing kami dan kami pun di berikan pengarahan dan pembelajaran yang pertama dan kami ke mesin CIC dan diberikan pengarahan bagaimana mencetak tiket dan perwakilan dari temanku 2 orang untuk mencoba mencetak tiket milik penumpang lain yang di bimbing oleh kak Zaidan

Setelah tiket dicetak kami diarahkan untuk ke tempat Boarding Pass untuk memeastikan tiket benar dan sesuai denagn data dan harus menunjukan data pribadi seperti KK, Akta, KTP, dan Paspor. Setelah itu kami diberi penjelasan kami di ajak ke atas untuk lebih mengetahui kereta, salah satunya kereta Argo Anggrek jarak jauh dengan rute Gambir-Surabaya yang harga tiketnya 300k dalam satu perjalanan atau satu banggku. Kamipun diberi kesempatan untuk masuk dan merasakan sejenak sebagai penumpang

Keluar dari kereta kami bertemu pak kapten yang dapat mengetahi jika ada penumpang yang datang atau tidak melalui handphonnya tidak lupa kami berfoto dengan pramuniaga setelah berfoto kami diajak untuk masuk ke ruangan VIP bagi para penumpang rombongan yang menunggu keberangkatan yang kapasitas 20 lebih penumpang. Di dalam ruangan kami di beritahu tentang pemesanan tiket sampai menaiki kereta tujuan,  berdiskusi, tanya jawab. Setelah lama disana akhirnya kami turun ke bawah bertemu dengan Kepala Stasiun

Kami pun baris berbaris dengan pengarahan atau sambutan dari Kepala Stasiun ibu Rizki Afrida.  Setelah itu kami beristirahat, berfoto-foto, lalu berkumpul kembali untuk ucapan terimakasih dan bersalamam, serta pembagain sertifikat piagam.

Sebelum pulang kami terlebih dahulu berkunjung ke Balai Kota untuk berfoto-foto lalu pulang dengan kendaraan yang sama dan turun di halte Bandengan Selatan. Kami pulang ke rumah masing-masing sekitar pukul 12.00.



Kesimpulan

Dengan adanya kegiatan ini kita dapat memahami betul apa yang benar terjadi, sebagai momen penting kepada kita semua karena kegiatan ini mengajarkan kita agar lebih bertanggung jawab dan fokus serta keteladanan. Stasiun Gambir sangat tertata rapih, sejuk, bersih, nyaman dan indah.



Penutup

Demikianlah hasil laporan saya mohon maaf jika banyak kesalahan dan saya ucapkan banyak terima kasih baik kepada pihak Gambir dan bapak ibu guru yang bersangkutan.



Pesan dan Kesan

Pesannya ternyata menggunakan kereta sebagai alat transportasi buat berpergian atau berkunjung sangatlah tidak ribet, nyaman, dapat efisien waktu, tidak banyak resikonya selain itu stasiun gambir juga sangat mendukung sekali dalam perjalanan kereta. Ayolah mulai sekarang mari kita bertransportasi menggunakan kereta dan sebelumnya mengunjungi stasiun gambir terlebih dahulu.
Kesannya saya sangat senang bisa ikut mengunjungi dan mendapatkan banyak pengetahuan yang lebih baik lagi meskipun terasa lelah.