Nama : Kiki Windari
Kelas :X-Ap1
SMKN 9 Jakarta
Kegiatan Literasi Di SMKN 9 Jakarta
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa, atas Taufik dan Hidayahnya, saya bisa menyusun laporan kegiatan literasi di sekolah. Sebagai tanda bukti suatu tugas mata pelajaran. Laporan ini di susun jauh dari kesempurnaan. Saya mohon maaf jika ada kesalahan dalam penyusunan laporan ini. Untuk itu saya mohon kritik dan saran demi kesempurnaan laporan ini. Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.
Jakarta 19 April 2018
Kiki Windari
Latar Belakang
Dengan berkembangnya jaman, tradisi membaca semakin berkurang dan dengan menuju ke-era modern buku semakin berkurang minat baca buku, oleh karena itu pemerintah memberikan perintah kepada para siswa untuk melakukan kegiatan literasi di sekolah setiap pagi sebelum memulai pelajaran pertama berlangsung. Selain itu juga untuk menumbuhkan minat dan daya baca bagi para siswa anak muda generasi mendatang.
1. Nama Kegiatan : Literasi Membaca Di SMKN 9 jakarta (membaca buku fiksi, non fiksi, ilmu pengetahuan di luar mata pelajaran sekolah yang tidak berunsur sara)
2. Tempat dan Waktu : Di lapangan dan ruang kelas SMKN 9 jakarta yang berada di jalan Gedong Panjang II/17 Tambora Jakarta Barat ; Setiap hari rabu pagi sebelum pelajaran pertama di mulai
3. Tujuan Kegiatan : Untuk menumbuhkan minat dan daya baca para siswa di SMKN 9 Jakarta dan lebih menambah ilmu pengetahuan di luar pengetahuan di sekolah serta agar dapat membuat resensi dari buku yang di bacanya, menambah ketertiban, tanggung jawab, dan di siplin waktu
4. Pelaksanaan Kegiatan : Seluruh siswa dan siswi di SMKN 9 Jakarta
Pelaksanaan Kegiatan
Setiap pagi hari rabu kami seluruh siswa dan siswi selalu mrngadakan kegiatan literasi membaca baik di lapangan maupun di kelas saat hujan tiba, Kami di instruksikan untuk turun ke lapangan pada pukul 06.15 Wib, Setelah semua berkumpul dan berbaris kami berdoa terlebih dahulu dan duduk mulai membaca buku yang di bawa dari rumah Masing-masing. Sekitar 30 menit kami membaca buku yang di bawa, salah satu dari siswa dan siswi di harapkan maju ke depan dan menceritakan kembali apa yang mereka baca di hadapan sisiwa dan siswi yang lain. Setelah itu lagu Indonesia Raya berkumandang diharapkan bagi semua agar bangun dan bernyayi dengan sungguh-sunguh dengan penghayatan dan tidak ada yang bercanda. Setelah menyanyikan 3 stanza Indonesia Raya kami duduk kembali dan berdoa lagi agar apa yang kami baca dapat bermanfaat bagi kami. Dan kembali ke kelas masing-masing untu memulai pelajaran yang pertama.
Bukti pelaksanaan
Contoh Hasil Resensi Novel dari literasi
FORMAT RESENSI NOVEL
1. IDENTITAS BUKU :
Judul Buku. : "Hello Good Bye"
Nama Pengarang. : Ayuwidya
Penerbit dan Edisi Cetakan. : Qanita dan cetakan I
Tahun Terbit. : 2012
Tebal Buku(Jumlah Halaman) : 20,5 cm ; 160 halaman
Harga Buku. : Rp 15.000
2. SINOPSIS :
Dengan menjadi diplomat, Indah berharap bisa bekerja di sebuah kota besar di luar negeri. Tapi ternyata, ditempatkan di Korea, bukannya bekerja di KBRI Seoul, ia malah terjebak di Kantor Urusan Konsuler RI di Busan, kota kedua terbesar di Korea Selatan. Tingkat kesibukan yang rendah membuat ia lebih sering bertugas mengantar ibu-ibu pejabat Indonesia yang datang ke Busan untuk berbelanja. Akibatnya, sudah hampir setahun Indah terperangkap kebosanan yang membuatnya mengalihkan perhatian ke dunia boneka ciptaannya. Hidup Indah seolah-olah akan tetap berkisar pada warna abu-abu dan hitam -seperti busana sehari-hari yang dikenakannya- hingga ia bertemu seorang laki-laki Indonesia, yang sama sepertinya, terperangkap kebosanan di Busan.Abi (Abimanyu) adalah pelaut yang terkena serangan jantung saat kapal tempat ia bekerja melintas di Pelabuhan Busan. Ia diturunkan di Busan untuk mendapatkan perawatan, dan sebagai WNI, ia menjadi tanggung jawab Konjen Busan. Indah ditugaskan untuk mengurus laki-laki itu.
Abi yang telah meninggalkan rumah dan menjadi ABK selama sebelas tahun bukanlah pasien yang mudah diurus. Indah sebal dengan sikapnya yang kasar dan pemarah. Tapi karena harus mengorek infomasi mengenai latar belakang dan keluarganya, Indah terpaksa berusaha mendekati Abi. Seiring dengan pendekatan yang dilakukannya, Indah mulai merasakan perubahan yang berarti dalam hidupnya. Mendadak hidupnya tidak sekadar hitam atau abu-abu. Perubahan ini mendapatkan tantangan besar ketika waktu kian bergulir dan Abi harus meninggalkan Busan untuk kembali ke Indonesia."Dari awal, kita memang cuma punya satu pilihan setelah semua ini selesai. Berpisah," kata Abi. "Jangan pernah marah karena perpisahan. Memaki perpisahan sama saja mengutuk pertemuan," kata Indah.
Hidup adalah rangkaian persimpangan, tempat manusia bertemu dan berpisah. Apakah perjumpaan di Busan hanya akan menjadi satu-satunya persimpangan dalam hidup mereka? Atau akan ada lagi persimpangan berikutnya? Jawabannya ada di bagian epilog novel romantis bertajuk Hello Goodbye. Sebuah persimpangan, sebuah momen pertemuan dua anak manusia, sejatinya harus mendatangkan perubahan yang signifikan dalam hidup mereka.
Setelah meninggalkan keluarga dan bekerja sebagai pelaut, tempat di mana ia dibesarkan bukan lagi rumah bagi Abi. Kapal, di mana ia bekerja, itulah rumah baginya. Pertemuannya dengan Indah membawanya kembali ke rumah yang sejati, tempat ia memulai hidup dan dirindukan oleh keluarga. Sebaliknya, pertemuannya dengan Abi membuat Indah memahami hidup yang sedang dijalaninya, mengetahui titik awal hidupnya yang sebenarnya dimulai. "Kini aku yakin di mana titik awal itu. Di sini. Di tempat pertama kali aku melihat dia. Mungkin sekaligus tempat terakhir kali aku bisa melihatnya. Jadi, bagaimana aku harus menyapanya saat aku berdiri di titik akhir sekaligus titik awal ini? Hello? Goodbye? Karena dia, dua kata yang tak pernah bersanding dalam dimensi waktu yang sama menyatu. Hello Goodbye..." (hlm. 8).
3. KEUNGGULAN BUKU :
Kelebihan dalam novel ini covernya menarik khas Korea, pemakaian kata yang menarik membuat pembaca terbawa suasana, dari segi karakteristik tokoh-tokoh didalamnya yang membuat si pembaca dapat langsung memahami karakter tokoh tersebut, ceritanya dapat membuat pembaca menjadi terhanyut akan kesedihan karena pada setiap kalimatnya mudah dimengerti sehingga para pembaca dapat menangkap maksud dari isi novel ini dan juga terdapat foto-foto yang membuat pembaca tergambar akan suasana yang berlangsung.
4. KEKURANGAN BUKU :
Kekurangan dalam novel ini ceritanya sedikit membosankan dan klise membuat pembaca mudah bosen saat membacanya, endingnya kurang menarik, dan bukunya terlalu tipis pembaca merasa kurang untuk cerita selanjutnya.
5. PENILAIAN PENULIS TERHADAP NOVEL YANG DI TULIS :
Penulis sangat ber terimakasih kepada keluarga, dan rekan-rekan yang membantunya dalam penulisan novel, serta bagi para pembaca yang mendukung.
"sebuah senyuman saat ku dengar Hello dan setiap tetes air mata saat terucap Goodbye. Kamu tahu ini untukmu. Dan selalu... Pasti ada tempat terindah untuk rasa syukurku kepada Tuhan Yang Maha Esa. (Ayuwidya mei 2012)
Jakarta 22 februari 2018
Hasil Kegiatan
Dengan setiap hari kita membaca kita di harapkan bertambah minat dan daya baca buku serta dapat meresensi buku yang di baca setiap hari rabunya yang akan di kumpulkan pada akhir semester.
Kesimpulan
Kami para pelajar dan pemuda indonesia di harapkan dapat meninkatkan minat dan daya baca bagi generasi penerusnya, dan menjadikan siswa dan siswi SMKN 9 menjadi lebih tertib dan di siplin waktu serta tanggung jawab untu membawa buku dan membuatliterasinya pada akhir semester.




